Monday, March 6, 2017

Apa Itu Private Brand


Menurut Businessdictionary.com private label/ private brand adalah: brand yang bukan dimiliki oleh produsen akan tetapi dimiliki oleh retailer, yang didapatkan dengan suatu kontrak kerjasama atas kepemilikan brand tersebut oleh retailer. Pengertian lainnya adalah, private label merupakan strategi private branding yang merujuk pada deskripsi terhadap jenis-jenis produk yang disediakan oleh para pemasok kepada industri pengecer (ritel) yang menyandang nama merek gerai pengecer masing–masing (Knapp, 2000). Private label adalah segala jenis merek yang dijual retailer atau distributor dan hanya tersedia di outlet peritel saja. Produk tersebut mempunyai spesifikasi khusus yang telah ditentukan oleh peritel. Private label juga dikenal sebagai store brands, private label branding, private-label goods, own-label, house-brands. Private label merupakan produk dari perusahaan pemasok yang telah terikat kontrak dengan peritel.

Private brand sendiri biasa dianggap sebagai salah setu strategi peritel untuk meningkatkan keuntungan dan loyalitas. Dibalik itu strategi ini memiliki keunggulan dan kelemahan antara lain :
 Keunggulan
  1. Harga yang dapat disetting lebih murah dibandingkan produk sejenis yang ‘bermerek’. Hal ini tentu sangat menarik bagi konsumen yang price sensitive. Beberapa penyebab harga private label dapat lebih murah adalah karena pemanfaatan kapasitas produksi supplier yang tidak terpakai, pembelian yang dilakukan secara bulk/partai oleh peritel, dan tidak adanya biaya promosi dari supplier kepada peritel. Promosi peritel terhadap private label hanya dilakukan dengan media katalog dan penempatan produk pada rak toko tentunya.
  2. Margin keuntungan yang cenderung lebih besar jka dibandingkan dengan produk ‘bermerek’. Berdasarkan riset Food Marketing Institute di AS, peritel bisa mendapatkan 35% gross margin dari produk private label. Sementara gross margin dari produk ‘bermerek’ hanya 25,9%.
  3. Peritel tahu benar produk apa saja yang perputarannya cepat (fast moving) berdasarkan data base yang dimilikinya. Sehingga dengan memiliki private label untuk produk fast moving, semakin besar keuntungan yang langsung diterima oleh peritel tersebut.
  4. Bisnis ritel identik dengan perang harga. Semakin murah harga produk yang ditawarkan, semakin banyak konsumen yang berbelanja di peritel tersebut. Nah, private label lah yang dapat menjaga dan menguatkan citra harga murah dari peritel tersebut. Karena kontrol private label berada 100% di tangan peritel.

Kelemahan
Private Label sering kali dipandang sebagai produk dengan kualitas kelas dua oleh konsumen. Beberapa
penyebabnya antara lain (Kapferer, 2008:63):
  1. Kemasan yang sederhana dan cenderung tidak menarik
  2. Harga yang sedikit lebih murah dibandingkan dengan produk merek nasional yang sudah terkenal lebih dahulu
  3. Sedikitnya keragaman produk
  4. Kurangnya promosi dari pengusaha retail sendiri terhadap produknya
  5. Konsumen telah terbiasa menggunakan produk dengan merek nasional, sehingga telah mengetahui kualitasnya
  6. kemudian enggan mencoba produk dengan merek pribadi.
  7. Private Label tidak memiliki image yang baik dalam suatu kategori roduk tertentu. Merek pribadi diangggap tidak mempunyai suatu nilai tambah bagi konsumen yang telah fanatik terhadap produk dengan merek nasional.

Loyalitas
Private Label banyak terkait dengan loyalitas, karena Private Label mampu untuk membantu membangun merek peritel. Citra toko dan loyalitas dapat meningkatkan jika konsumen telah terbiasa dengan Private Label dan mereka mampu untuk membeli satu merek di berbagai kategori produk. Kemampuan untuk menimbulkan loyalitas dapat membuat Private Label menguntungkan bagi peritel bahkan jika mereka tidak memiliki keunggulan dari segi biaya.
loading...

No comments:

Post a Comment